SELAMAT DATANG DI SDN 3 PASURUAN

SELAMAT DATANG DI SDN 3 PASURUAN

Rabu, 27 November 2013

Cita-Citaku : Menjadi Anggota DPR

Semua anak menunjukkan tangannya dengan yakin dan bangga, ketika sang guru disekolah menanyakan apa cita-cita mereka kalau sudah besar nanti. Walau sebetulnya mereka tidak paham, apa itu pekerjaan sang pilot, apa pekerjaan seorang nakhoda kapal, sulitnya pekerjaan menjadi prajurit, tentara, polisi, dan lain-lain.
Hanya baju yang nampak gagah membuat anak-anak ingin menjadi polisi dan mengkhayal menjadi polisi yang berani luar biasa mengalahkan pencuri dan kejahatan dimana-mana. Ah anak-anak memang lucu dengan dunianya dan khayalannya.
KNamun ada satu hal yang membuat kami terharu, ketika Rahma, putri ustadzah Yoyoh almarhumah mengatakan bahwa dia ingin menjadi anggota DPR. mengapa..? karena anggota DPR senang ngaji, baca al-qur’an dan rajin sholat, demikian ringis Rahma sang putri bungsu yang berusia 5 tahun sambil memeluk lengan ibundanya.
Imagetersebut dapat terbentuk bila kita semua dengan pekerjaan kita masing-masing gemar melakukan ibadah, maka anak kita akan menjadi apa saja karena alasan tersebut, “Mau menjadi guru, karena sang guru sabar, berwibawa, wangi dan perhatian”
“Mau jadi supir, karena sang supir selalu baca do’a dahulu sebelum menjalankan kendaraannya dan memastikan semua penumpang aman.”
Polisi yang rajin membaca al-qaur’an, perawat yang rajin sholat, dokter yang ramah dan rajin mengaji, itulah yang harusnya kita tanamkan pada anak-anak kita, mau menjadi apapun mereka nanti. Apapun cita-cita mereka, maka mereka wajib untuk melakukan ibadah sebaik-baiknya, dan hal itu tidak mudah, harus dimulai dari kita sendiri menjadi seseorang yang ahli ibadah juga.
Yuk kita rubah image anak-anak, bahwa ustadz pun sama hebatnya seperti dokter atau pilot.

Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah tangga saja mulai  dari mengurus anak, cucian, jemuran, masak nasi yang kelebihan dan lain-lain. Syifa, anak gadisku dan aku ketika kami baru masuk garasi melihat ke kebun tempat kami menjemur pakaian, “Ya Allah, aku stress deh Mi lihat pakaian dimana-mana, ada yang di kamar, di jemuran, di keranjang cucian, kok kerjaan rumah ga habis-habis ya mi. Ini si Zaki sih pakai baju banyak, sebentar-sebentar ganti, disini tuh gak ada pembantu Zak, kalau gak perlu ga usah ganti baju lah” ucap Syifa merungut. “Ha.. ha.. ha..” aku hanya tertawa perlahan dan menjawab “ya udah Syifa, kerjakan semampunya saja, sisanya Umi yang mengerjakan.”
Ku Tanya lagi, “Syifa mampu menyetrika berapa lembar baju hari ini? Lima yah?” Tanyaku. Syifa mengatakan “tidak, Syifa setrika semuanaya saja Mi, baju kalau tidak disetrika kan gak enak, Umi masak saja Ok.” Aku mengerti perasaan Syifa anakku dan mungkin banyak ibu rumah tangga lainnya yang sudah stress duluan melihat kerja rumah tangga yang menumpuk.
Intinya adalah manajemen waktu, manajemen pekerjaan dan jangan menunda melakukan segala sesuatu. Bila bisa dikerjakan hari ini, yaa kerjakan segera, juga disiplinkan semua anggota keluarga agar masing-masing membereskan dan merapikan barangnya masing-masing. Intinya semua adalah manajemen, manajemen dan disiplin. Sebagai contoh, aku tidak mengiris bawang setiap hari, aku mengiris bawang seminggu sekali dan semua irisan aku simpan di kotak plastik, simpan di kulkas dan ketika mau dipakai tinggal ambil saja lalu kembalikan kembali ke kulkas, juga waktu memasak aku batasi hanya 45 menit sehari tidak lebih. Beres-beres rumah hampir tidak pernah, karena tidak ada barang di rumah, bila ada mainan anak-anak, maka dia wajib membereskan kembali semua mainan dan dikembalikan pada kotak mainannya kalau tidak, maka anak tidak boleh main lagi pada hari itu. Namun anak harus diajarkan dimana harus membuang sampah, dimana harus makan, dimana harus meletakkan mainan dan mengembalikannya.

Ketika Anak Yang Soleh Lupa Berdoa

Ibu dan anak BerdoaIngat maupun tidak, tapihadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.
Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.
Belajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.
Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.
Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.
Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.
Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya

Bila Ibu Terlalu Sayang

“Jadi begini bu, gigi geraham anak ibu sudah mulai tumbuh, nah proses gigi geraham sampai sempurna itu kira-kira setahun. Namun belum sampai setahun saat  pertumbuhan baru setengah, gigi geraham ini sudah bolong setengah,” ucap dokter gigi yang bertubuh besar namun lembut  menerangkan dengan perlahan-lahan kepada sang ibu. Dokter gigi itu pun nampak gemas dengan mengatakan kepada sang ibu; “ini pasti karena anaknya malas sikat gigi yah Bu, harusnya dikontrol anaknya Bu, paling kurang dua kali sehari menggosok giginya dan caramembersihkan giginya itu harus rapih dan teratur, kurangi makan yang manis-manis, minuman panas, minuman dingin karena dikhawatirkan akan membuat gigi menjadi rapuh.”
Sang ibu yang dikenal dengan Bunda Esti, yang siang terik itu membawa anaknya yang bernama Ihsan berobat ke dokter gigi, hanya bisa termangu dan kemudian mencubit kecil lengan anaknya. “Tuh kan, apa bunda bilang, kamu sih malas benar gosok gigi, maunya makan coklat melulu…” ucap Bu Esti kepada anaknya.
Ihsan kecil yang bertubuh gembul dan berwajah lucu hanya bisa meringis kesal. “Aduuuuuh… sudah sakitnya setengah mati, dokter malah cermah lagi, bunda juga malah marah-marah terus, gimana sih gak pengertian amat,” gerutu kecil Ihsan. Namun tak lama kemudian “astagfirullahaladzhim,astagfirullahaladzhim”  ucap Ihsan. Ihsan teringat kata ustadz Tarkim yaitu kalau ada yang sakit, banyak-banyak istighfar karena ketika kita sakit namun kita  ikhlas maka dosa-dosa akan dihapusakan. “Yaa Allah, cuma Engkau yang bisa menolong aku, dokter dengan bunda malah marah-marah saja,” doa Ihsan dalam hati.
“Oke, oke aku akan gosok gigi lima kali sehari bunda, pagi lalu sore lalu ketika selesai makan nasi dan ayam goreng, tapi cepet dong bunda sakittt nih…” keluh Ihsan sambil tangannya yang bulat memegang pipinya yang terlihat kemerahan karena membengkak. Dokter Riko tidak bisa melakukan perawatan apapun karena gusi yang berada dibelakang gigi Ihsan membengkak sehingga Ihsan harus pulang dulu dan mengempiskan bengkaknya dengan obat yang ditulis dokter Riko.
Dokter Riko menyalahkan bunda, bunda menyalahkan Ihsan lalu ketika ayah pulang, ayah menyalahkan bunda karena menurut ayah, bunda terlalu memanjakan Ihsan. Ayah juga mengatakan bahwa bunda juga tidak disiplin, bunda tidak tegaan, mentang-mentang Ihsan anak bungsu, dan kebetulan Ihsan berwajah bulat lucu, kalo Ihsan merengek minta makanan dan cemilan apa saja dan pada jam berapa saja, bunda selalu kabulkan. Seringkali Ihsan keasyikan nonton film kartun sampai jam 8 malam, sehingga ketika selesai makan malam, lalu film kartunnya selesai, Ihsan pun lalu mengantuk dan terlelap di sofa. Bunda dengan penuh kasih sayang menggendong Ihsan ke dalam kamar lalu menyelimutinya, mematikan lampu, lalu membisikkan doa mau tidur, terakhir mengecup kening Ihsan tanpa menyuruh Ihsan untuk menggosok gigi sebelum tidur.
Begitupun di pagi harinya, bunda tidak menyuruh Ihsan menggosok gigi dengan semua alasan Ihsan yang selalu ditoleransi bunda. Ihsan merasa kedinginan giginya kalau pagi-pagi menggosok gigi. Menurut ayah kenapa bunda tidak berpikir kalo memang itu alasan Ihsan tidak mau sikat gigi, mengapa bunda tidak menyuruh Ihsan untuk menggosok gigi dengan air hangat saja..? Menurut ayah bunda terlalu sayang pada Ihsan sehingga kasih sayang bunda membuat Ihsan kehilangan gigi graham disaat usianya masih kecil. Dan sakitnya menurut Ihsan luarbiasa dan” akh bunda… cintai aku dengan serius dong…”
Sesuatu yang berlebihan memang biasanya tidak baik. Begitu pula dengan kasih sayang yang berlebihan akan membuat anak tidak mandiri dan mungkin tidak disiplin seperti Ihsan. Semua itu Allah telah berikan kadarnya, begitu pula dengan kasih sayang. Allah mengajarkan kasih sayang dengan tanggung jawab dan juga kelembutan. Bunda Esti dapat mengajarkan Ihsan bertanggung jawab  terhadap kesukaannya memakan yang manis-manis dengan mengajarkannya untuk menggosok gigi setelahnya. Begitu pula dengan hal lainnya yang dapat diterapkan untuk memberikan kasih sayang pada buah hati kita.

Selasa, 26 November 2013

Guru Dan Buku

Guru memang selalu identik dengan buku. Ketika memasuki kelas untuk mengajar, guru biasanya menenteng buku literatur untuk mengajar. Lalu duduk di meja, menyapa para murid, beberapa melemparkan candaan ringan untuk membuat para murid rileks, kemudian membuka buku dan mulai mengajar.
Mengajar = membahas materi yang ada di buku literatur per-bab
Seharusnya itu sudah menjadi cara lama dalam sistem belajar mengajar. Sekarang ini teknologi sudah semakin maju, dan kebanyakan anak muda sudah semakin pintar karenanya. Seharusnya tidak ada alasan untuk para guru tetap melestarikan cara mengajar menunduk-menatap-buku-lalu-menjelaskan-kepada-para-murid-lalu-menunduk-lagi-lalu-menjelaskan-lagi dan seterusnya hingga kelas bubar.
Ilustrasi di atas bukan hanya sekadar dongeng. Sejak kita SD hingga saat ini, paradigma tentang “Guru dan Buku” ini masih melekat kuat. Karena hanya beberapa yang bisa keluar dari kebiasaan lama mengajar berdasarkan literatur. Sisanya, sorry to say, membuat murid benar benar mengantuk dan berpikir “Kalau hanya membahas apa yang ada di literatur, lebih baik saya fotokopi literaturnya lalu saya bawa pulang dan baca di rumah saja. Dan waktu yang saya gunakan untuk duduk sambil mengantuk di kelas ini bisa saya gunakan untuk mengerjakan hal lain.” Dan rasanya banyak murid yang berpikir seperti ini.
Guru, apalagi dosen, dengan adanya fenomena yang disebut dengan globalisasi diharapkan menyadari bahwa mengajar dengan cara lama seharusnya sudah menjadi sejarah. Romansa “menggunakan cara lama terkadang lebih baik” itu hanya berlaku untuk beberapa hal, dan tidak termasuk dalam hal pendidikan. Yang diharapkan para murid di era sekarang ini bukan hanya sekedar materi literatur, mereka (murid) butuh lebih dari itu, yaitu pengetahuan dan dorongan untuk berpikir kritis.
Katakanlah, ketika sedang berlangsung pembelajaran, murid duduk di barisan tengah agak ke belakang, dan duduk terkantuk kantuk atau bahkan mengobrol dengan teman di bangku sebelah. Dan kali ini mari kembali bertaruh, ada jutaan siswa di Indonesia yang seperti itu.

bagaimana kalau sedikit dirubah? Siswa duduk di barisan depan, dan mata saya mengikuti gerakan guru yang mengajar sambil berjalan mendekati deretan bangku siswa. Guru tersebut tidak membawa buku literatur. Beliau hanya berdiri santai menjabarkan materi yang berkaitan dengan pelajaran, sambil mengaplikasikan beberapa materi terhadap peristiwa sekitar yang bisa dikaitkan dengan pelajaran.

Guru yang punya banyak wawasan dan luwes ketika mengajar pasti lebih aktraktif dan menarik bagi siswanya. Dengan begitu, kelas menjadi hidup, siswa tertarik untuk menyimak dan bertanya, dan yang terpenting, selain mengerti tentang materi pembelajaran, mereka mendapat banyak pengetahuan.

Adapula guru lainnya, tidak terlalu banyak bercerita ini dan itu, tapi beliau lebih banyak menuntut siswa berpikir kritis. Beberapa kalimat yang mungkin dapat diartikan secara rancu, dibahas secara detil. Terkadang setiap siswa ditanya pendapatnya. Dan beliau hanya memberi pancingan atas materi yang beliau sampaikan, sisanya beliau akan menuntut siswa untuk berpikir, kemana arah materi ini dan bagaimana pengertian hingga pengaplikasian ilmunya. Dengan begitu mereka berpikir, mereka menjawab, bertanya, dan mengerti. 
Jika semua guru dan dosen menggunakan cara mengajar seperti yang dilakukan guru di atas, saya yakin, minat belajar para pelajar di Indonesia akan bertambah, dan SKS (Sistem Kebut Semalam) dalam belajar menghadapi ujian tidak akan lagi menjadi primadona di kalangan pelajar. Seharusnya kami mengerti, bukan hanya mendengar dan menghafal.
Semoga, semua pihak yang berkepentingan dalam kegiatan belajar mengajar, dapat sama-sama belajar, memajukan pendidikan.  


Minggu, 24 November 2013

SELAMAT HARI GURU


Pagi yang indah deruan angin menerpa wajah
Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan
Renungan hanya untuk sebuah kejayaan
Berfikir hanya untuk sebuah keberhasilan

Tiada lafaz seindah tutur katamu
Tiada penawar seindah senyuman mu
Tiada hari tanpa sebuah bakti
Menabur benih kasih tanpa rasa lelah

Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada rasa jenuh terpancar di wajah mu
Semangat mu terus berkobar
Memberikan kasih sayang tiada rasa jemu

Jika engkau akan melangkah pergi
Ku tau langkahmu penuh pengorbanan
Jika dirimu telah tiada dirimu kan selalu di kenang
Kau adalah pahlawan tanpa lencana.

"SELAMAT HARI GURU"

Kalender Libur Nasional & Cuti Bersama Tahun 2013

Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 5 Tahun 2012, Nomor SKB.06/MEN/VII/2012, dan 02 Tahun 2012 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2013:

Kalender Libur Nasional 2013
1 Jan
Tahun Baru 2013
Libur Nasional
24 Februari
Maulid Nabi Muhammad SAW
Libur Nasional
10 Februari
Tahun Baru Imlek 2564
Libur Nasional
12 Maret
Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935
Libur Nasional
29 Maret
Wafat Isa Almasih
Libur Nasional
9 Mei
Kenaikan Isa Almasih
Libur Nasional
25 Mei
Hari Raya Waisak 2557
Libur Nasional
6 Juni
Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Libur Nasional
5-7 Agustus
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah
Cuti Bersama
8-9 Agustus
Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah
Libur Nasional
17 Agustus
Hari Kemerdekaan RI
Libur Nasional
14 Oktober
Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah
Cuti Bersama
15 Oktober
Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah
Libur Nasional
5 November
Tahun Baru 1435 Hijriyah
Libur Nasional
25 Desember
Hari Raya Natal
Libur Nasional
26 Desember
Cuti Bersama Hari Raya Natal
Cuti Bersama

Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2013, Klik di Sini.

SYAIR LAGU TANOH LADO

LIRIK LAGU LAMPUNG TANOH LADO
CIPTAAN : FATSYAHBUDIN
JAK RANAU TIGOH DI TELADAS
JAK PALAS MUNGGAH MIT BENGKUNAT
GUNUNG RIMBA TIUH PUMATANG
PULAU-PULAU DI  LAOK LEPAS
REFF
BUMIKU TANOH LAMPUNG KULAWI
PANJAK WAH-WAH DI NUSANTARA
TANI TUKUN SANGUN JAK JEBI
TANOH LAMPUNG TANOH LADA……………
MEREGAI BUAI RIK BAHASA
NAYAH SINA TANDA RAM KAYA
ADAT RIK BUDAYA
SURATNI KAGANGA
JADI WARISAN JAMA-JAMA
TABIKPUN JAMA SAI TUHA RAJA
PENYIMBANG SEBATIN SEMERGA
SALAH RIK CEMPALA TIAN SAI NGURA-NGURA
KILU TAWAI SIKAM KILUYANG …….
Link Video Youtube di sini

SYAIR LAGU KAWIN MULANG MUAGHI

Ghadu cukup segala kuteghima
Bangik sakik, unyin ghadu kughasa
Seghah badan jama Sai Kuasa
Kekalau Ia dapok nimbang ghasa
Sangun ghadu, kuteduh jak semula
Cintamu na mak sampai di lom hati
Payuwi kalau niku bahagia
Kawinmu, kawin mulang muaghi
Reff.
Sai ghadu, ana ghadu
Dang dipubiti lagi
Ghadu bangik kik niku
Kawinmu, kawin mulang muaghi
Antak sinji, lohotku jama niku
Payu ghamwi, seangkonan muaghi
Kintu nyak telibak di lambanmu
Niku dang sampai haga mak nagu

SYAIR LAGU SANG BUMI GHUA JURAI

Jak ujung Danau Ghanau
Teliyu mit Wai Kanan
Sampai pantai Lawok Jawo
Pesisigh ghik pepadun
Jadi sai dilom lambang
Lampung sai kayo ghayo
Lampung sai,
Sang bumi ghua jughai 2x
Ki gham haga bughasa
Hujauni pemandangan
Huma lada di pematang
Apilagi cengkehni
Telambun beghuntaian
Tandani kemakmughan
Lampung sai,
Sang bumi ghua jughai 2x
Canggot pagha penglaku
Sembah jama sebatin
Sina gawi adat sikam
Manjau ghik sebambangan
Taghi ghakot ghik Melinting
Cihgini ulun Lampung

SYAIR LAGU SEMINUNG

Seminung di kala dibi
Cahyani kuning gegoh emas
Cukutni hampaghan mata
Tebingni ngejutko hati
Manuk-manuk behamboghan
Dija dudi ghagom bepantun
Ngeghasako angin Seminung
Ceghita jak zaman saka
Reff.
Segala huma di zaman timbai
Tanom tumbuh tuwoh mak buhantagha
Seminung sikop dilingkaghi wai
Kughnia Tuhan Mahakuasa

SYAIR LAGU PENYANDANGAN


Mak ngedok sai umpama
Biti sakikni badan
Tanjogh tughun dunia
Ghejiwi penyandangan
Layin ulih besuya
Pembagian jak Tuhan
Kidangwi payu ghiya
Sakikni penyandangan
Reff.
Lah lawi api daya
Biduk lebon kayuhan
Lah lawi api daya
Biduk lebon kayuhan
Asing iluk ghik cagha 2x
Supaya nyampai tujuan
Kidangwi payu ghiya
Nyak nunggu kemughahan
Sabagh daleh bedua
Kekalau kedolohan

SYAIR LAGU MULOH TUNGGA

Teppik pengkalan mandi
Tinggaldo indai kanca
Halokwi antak sinji
Negham bandung pujama
Induh kapan masani
Gham dapok muloh tungga
Kintu wat salah dighi
Mahaf keti sai dija
Reff.
Mangkung tantu kapan masani
Gham dapok muloh tungga
Sangun sedih, kik tipubiti
Pulipang jak pujama 2x
Luhotku dipuaghi
Sunyinni sai wat dija
Kintu telibak dudi
Singgah di gham dang lupa

Syair Lagu CANGGET AGUNG

CANGGET AGUNG
Sessat agung sai wawai
Talo butabuh tarei cangget
Gawei adat
Tano tigeh cakak pepadun
Adat budayo Lampung
Nayah temmen ragem wawaino
Jepano, gerudono rato sebatin
Cangget agung 2x
Mulei batangan
Dilem kutomaro 2x
Mejjeng busanding
Gawei adat lappung 2x
Jak zaman tuho
Lapah gham jamo-jamo
Ngelestareiken adat lappung

Minggu, 03 November 2013

USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.8

Bagian 7 
Formulir PTK 

7.1 Tampilan dan Penjelasan Menu PTK
Formulir PTK sama halnya seperti formulir peserta didik berbentuk elektronik isian formulir. Namun ada
perbedaan saat kita membuka from/tombol ubah, dimana tidak semua data ditampilkan pada tabulasi awal
data PTK. Berikut tampilan dan penjelasan menu PTK:
Gambar… Tampilan Menu PTK 
 
Untuk melakukan penambahan dan perubahan data Anda dapat menggunakan toolbar yang telah disediakan di menu PTK. Berikut adalah tombol-tombol utama yang ada di Menu Peserta Didik dan fungsi masing-masing  tombolnya: 
Gambar… Toolbar di Menu PTK 
  • Tambah Untuk menambah grid pada pengisian PTK baru. 
  • Ubah Untuk membuka jendela rincian data PTK. 
  • Simpan Untuk menyimpan perubahan data PTK 
  • Hapus  Menghapus data PTK secara permanen. 
  • Penugasan  Pemberian status terdaftar atau keluar dari data PTK dengan tampilan sebagai berikut: 

Gambar… Penugasan PTK 
 
Penginputan sama halnya seperti pada form elektronik peserta didik tidak ada perbedaan dari tata cara 
pengisiannya yaitu melalui fasilitas penampung terlebih dahulu. Untuk data rincian PTK, berikut adalah 
deskripsi dari masing-masing tabulasi: 
 
Formulir PTK : 
Adalah laman awal terkait dengan formulir pengisian-pengisian pada data PTK untuk hal-hal umumnya. 
Anak : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan informasi anak dan statusnya yang dimiliki oleh seorang  PTK apabila dia sudah menikah. 
Beasiswa PTK : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan beasiswa yang pernah dan sedang didapatkan oleh  seorang PTK tersebut. 
Buku : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan apakah seorang PTK tersebut sudah pernah menerbitkan 
sebuah buku atau tidak. 
Diklat : 
Pada formulir ini menjelaskan tentang seorang PTK tersebut sudah pernah melakukan diklat atau 
belum.

Karya Tulis : 
Pada Formulir ini menjelaskan terkait dengan informasi apakah PTK tersebut sudah mempunyai karya 
tulis apapun, apakah itu menulis literatur ataupun hal-hal lainnya terkait dengan Pendidikan dan 
bagaimana dipublikasikannya. 

Kesejahteraan : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait jenis kesejahteraan apa yang diikuti oleh seorang PTK tersebut. 

Tunjangan : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan dana tunjangan apa saja yang sudah didapatkan dan 
sedang didapatkan oleh seorang PTK. 

Tugas Tambahan : 
Adalah laman isian untuk menambah tugas tambahan yang diampu oleh seorang PTK selain menjadi 
Guru. 

Inpassing : 
Bagi PTK yang sudah mempunyai SK Inpassing dapat mengisinya di laman ini. 

Penghargaan : 
Pada formulir ini menjelaskan mengenai penghargaan apa saja yang sudah didapatkan oleh seorang 
PTK tersebut. 

Nilai Test : 
Blablabla 

Riwayat Gaji Berkala :
Pada formulir isian ini menjelaskan tentang riwayat daftar-daftar seorang Guru PNS dan Guru non-PNS 
yang sudah berSK INPASSING tentang daftar-daftar dan riwayat Kenaikan Gaji Berkalanya. Formulir ini 
erat kaitannya dengan riwayat kepangkatan pada poin sebelumnya yang memang khusus diperuntukan 
untuk mereka Guru PNS dan Guru non-PNS yang sudah berSK INPASSING. 

Riwayat Jabatan Struktural : 
Blablabla 

Riwayat Kepangkatan : 
Laman untuk mengisi riwayat kepangkatan seorang PTK. 

Riwayat Pendidikan Formal : 
Pada formulir ini menjelaskan tentang daftar darimana dan asalnya mengenai riawayat pendidikan 
seorang PTK itu, baik itu dia ketika mengenyam pendidikan nya semenjak Sekolah Dasar hingga dirinya 
mendapatkan ijazah terakhir / gelarnya saat ini. 

Riwayat Sertifikasi : 
Bagi PTK yang sudah sertifikasi, pengisian data sertifikasi dapat dilakukan di laman ini. 

Riwayat Jabatan Fungsional : 
Blablabla 

7.3 Ubah Data 
Pengubahan data dapat dilakukan dengan memilih salah satu grid nama PTK hingga berwarna biru lalu silahkan 
klik [Ubah] pada toolbar menu atau untuk data yang ada pada tampilan awal PTK dapat juga dengan double klik 
sel yang akan diubah. 
 
Data rincian PTK terdapat di menu [Ubah] dengan tampilan sebagai berikut: 

7.4 Hapus Data 
Proses ini dapat menghapus data secara permanen ,mohon cek kembali grid yang akan di hapus pastikan grid 
yang telah berwarna biru yang dipilih setelah itu klik [Hapus] pada toolbar. 
 
7.5 Simpan Data 
Proses ini dilakukan apa bila pengisian telah atau belum selesai. Simpan data dilakukan untuk penyimpanan 
data terakhir yang telah diisikan pada grid maupun masing – masing kolom isian, dengan cara klik [Simpan] 
pada toolbar. 

DOWNLOAD: