SELAMAT DATANG DI SDN 3 PASURUAN

SELAMAT DATANG DI SDN 3 PASURUAN
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

Seleksi Peserta Didik Baru Berdasarkan Nilai Akademik dan Faktor Wilayah

Jakarta, Kemdikbud --- Memasuki akhir Tahun Pelajaran 2013/2014, masing-masing satuan pendidikan mulai menyiapkan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Untuk mendaftar ke jenjang yang lebih tinggi, sekolah dapat menyeleksi peserta didik berdasarkan nilai akademik dan pertimbangan kewilayahan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pertimbangan nilai akademik menjadi cara seleksi utama dalam PPDB, terutama dari jenjang SD ke SMP. Sekolah, kata dia, tidak dianjurkan untuk menggunakan tes masuk. “Seleksi dan tes itu berbeda. Yang diperbolehkan itu seleksi, bukan tes,” katanya saat menggelar jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Kamis (13/02/2014).
Mendikbud menjelaskan perbedaan antara tes dan seleksi. Tes, merupakan model seleksi yang digunakan tanpa mempertimbangkan latar belakang yang sudah ada. Sedangkan seleksi, jelasnya, lebih fleksibel karena bisa menggunakan variabel yang sudah dimiliki siswa.
“Kalau digunakan cara tes, ketika siswa gagal mereka akan kemana? Karena swasta juga pakai tes. Kalau gagal dua-duanya, apakah mereka harus berhenti sekolah?” tanyanya, mengingat SD dan SMP masih masuk dalam wajib belajar menurut undang-undang. Untuk itu, seleksi berdasarkan nilai akademik lebih dipertimbangkan.
Apabila terdapat kasus dimana ada dua atau lebih siswa dengan nilai yang sama, kata Mendikbud, sekolah bisa menggunakan variabel jarak tempat tinggal siswa ke sekolah. “Yang diutamakan yang paling dekat dengan sekolah. Agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi,” katanya.
Mendikbud menambahkan, seleksi dengan nilai akademik juga mendorong kredibilitas sekolah. Dengan persaingan nilai akademik, sekolah akan terus meningkatkan kualitasnya sehingga level batas penerimaan siswa barunya akan ikut meningkat.
Agar penerimaan siswa baru bisa seragam di semua sekolah, Mendikbud akan mengeluarkan surat edaran tentang PPDB pada awal Maret mendatang. “Akhir Februari atau awal Maret saya akan mengeluarkan peraturan penerimaan siswa baru. Ini untuk menumbuhkan saling percaya dan kredibilitas,” katanya. (Aline Rogeleonick)
Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2123

Jumat, 06 Desember 2013

1 ONS bukan 100 Gram – Pendidikan yang Menjadi Boomerang

1 ONS bukan 100 Gram – Pendidikan yang Menjadi Boomerang
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkanacuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang
mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10
kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau
dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.
SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi-pun
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka
justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran
berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian
dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan
ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan “ons” dan “pound”.
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound =
500 gram,ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100
gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional,
tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini
adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau
dipertahankan ?
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?
Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan. Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas
dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita)
menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah
mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak
kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. “Racun” ini sudah
tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk
melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan
petunjuk resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka ; “acuan sistem timbang legal yang
mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional, yang
menyatakan bahwa 1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram.”?
Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? Pernahkan Dep.
Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku
konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ? Patut dipertanyakan
pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yng
melestarikan kesalahan ini ?
Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan “ons” dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah
harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem
baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum
diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia
yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana “Ons dan Pound (Depdiknas)” ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa
yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu
contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai
hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur,
Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat
Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita
ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.
Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita
harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya,
materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal
kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat
berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru
bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti
aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan
hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan
yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri
yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh
dengantantangan berat.
ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan
promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya
diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.
(ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan,
bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)
KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN – LALU SIAPA ?
Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua
dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan “ons
dan pound yang keliru” dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran system
timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai
pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang benar.
Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan
kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi
penerus bangsa ini.
# # # # #
Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun
elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa. Dipersilahkan
mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran masing-masing.
Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat umum,
untuk diketahui secara luas.
Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan
kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan diperbanyak
/ difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.
Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan menanyakannya
langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat dikota
anda berada.
Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau berpar-tisipasi
menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Semoga Tuhan memberkati
upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun.
# # # # #
Ditengah orang-orang waras, dia yang lain sendiri dianggap gila. Ditengah
orang-orang gila, dia yang waras justru dianggap gila. Memang banyak orang
yang benar, tetapi jangan diartikan bahwa yang diikuti banyak orang itulah
yang pasti dan selalu benar.
LEMBAR PELENGKAP TAKAR – UKUR – TIMBANG MENGIKUTI SISTEM METRIK YANG BERLAKU SEJAK THN 1799
Kuantitas Satuan Simbol Keterangan Panjang meter m Bukan mtr Luas meter persegi  m2 Isi meter kubik m3 Berat gram g Bukan gr Takaran liter l 1 l = 1.000 cm3 (cc)
Suhu derajad Celcius ºC
BEBERAPA SEBUTAN / AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM SISTEM METRIK
Awalan Faktor Pengal Simbol / Singkatan
Contoh Pemakaian
Giga 1.000.000.000 G GHz
mega 1.000.000 M MW
kilo 1000 k km
hecto 100
h ha
deka 10 da dam
deci 0,1 d dm
centi 0,01 c cm
mili 0,001 m ml
micro 0,000.001 μ
μF
dan seterusnya.
Dalam sistem metrik memang dikenal 1 are = 100 m2 khusus untuk ukuran
tanah yang diakui sah secara internasional.
Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., apalagi POUND yang
mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam sistem metrik
maupun non-metrik / imperial yang pernah diberlakukan sah secara
internasional.

Rabu, 27 November 2013

Cita-Citaku : Menjadi Anggota DPR

Semua anak menunjukkan tangannya dengan yakin dan bangga, ketika sang guru disekolah menanyakan apa cita-cita mereka kalau sudah besar nanti. Walau sebetulnya mereka tidak paham, apa itu pekerjaan sang pilot, apa pekerjaan seorang nakhoda kapal, sulitnya pekerjaan menjadi prajurit, tentara, polisi, dan lain-lain.
Hanya baju yang nampak gagah membuat anak-anak ingin menjadi polisi dan mengkhayal menjadi polisi yang berani luar biasa mengalahkan pencuri dan kejahatan dimana-mana. Ah anak-anak memang lucu dengan dunianya dan khayalannya.
KNamun ada satu hal yang membuat kami terharu, ketika Rahma, putri ustadzah Yoyoh almarhumah mengatakan bahwa dia ingin menjadi anggota DPR. mengapa..? karena anggota DPR senang ngaji, baca al-qur’an dan rajin sholat, demikian ringis Rahma sang putri bungsu yang berusia 5 tahun sambil memeluk lengan ibundanya.
Imagetersebut dapat terbentuk bila kita semua dengan pekerjaan kita masing-masing gemar melakukan ibadah, maka anak kita akan menjadi apa saja karena alasan tersebut, “Mau menjadi guru, karena sang guru sabar, berwibawa, wangi dan perhatian”
“Mau jadi supir, karena sang supir selalu baca do’a dahulu sebelum menjalankan kendaraannya dan memastikan semua penumpang aman.”
Polisi yang rajin membaca al-qaur’an, perawat yang rajin sholat, dokter yang ramah dan rajin mengaji, itulah yang harusnya kita tanamkan pada anak-anak kita, mau menjadi apapun mereka nanti. Apapun cita-cita mereka, maka mereka wajib untuk melakukan ibadah sebaik-baiknya, dan hal itu tidak mudah, harus dimulai dari kita sendiri menjadi seseorang yang ahli ibadah juga.
Yuk kita rubah image anak-anak, bahwa ustadz pun sama hebatnya seperti dokter atau pilot.

Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah tangga saja mulai  dari mengurus anak, cucian, jemuran, masak nasi yang kelebihan dan lain-lain. Syifa, anak gadisku dan aku ketika kami baru masuk garasi melihat ke kebun tempat kami menjemur pakaian, “Ya Allah, aku stress deh Mi lihat pakaian dimana-mana, ada yang di kamar, di jemuran, di keranjang cucian, kok kerjaan rumah ga habis-habis ya mi. Ini si Zaki sih pakai baju banyak, sebentar-sebentar ganti, disini tuh gak ada pembantu Zak, kalau gak perlu ga usah ganti baju lah” ucap Syifa merungut. “Ha.. ha.. ha..” aku hanya tertawa perlahan dan menjawab “ya udah Syifa, kerjakan semampunya saja, sisanya Umi yang mengerjakan.”
Ku Tanya lagi, “Syifa mampu menyetrika berapa lembar baju hari ini? Lima yah?” Tanyaku. Syifa mengatakan “tidak, Syifa setrika semuanaya saja Mi, baju kalau tidak disetrika kan gak enak, Umi masak saja Ok.” Aku mengerti perasaan Syifa anakku dan mungkin banyak ibu rumah tangga lainnya yang sudah stress duluan melihat kerja rumah tangga yang menumpuk.
Intinya adalah manajemen waktu, manajemen pekerjaan dan jangan menunda melakukan segala sesuatu. Bila bisa dikerjakan hari ini, yaa kerjakan segera, juga disiplinkan semua anggota keluarga agar masing-masing membereskan dan merapikan barangnya masing-masing. Intinya semua adalah manajemen, manajemen dan disiplin. Sebagai contoh, aku tidak mengiris bawang setiap hari, aku mengiris bawang seminggu sekali dan semua irisan aku simpan di kotak plastik, simpan di kulkas dan ketika mau dipakai tinggal ambil saja lalu kembalikan kembali ke kulkas, juga waktu memasak aku batasi hanya 45 menit sehari tidak lebih. Beres-beres rumah hampir tidak pernah, karena tidak ada barang di rumah, bila ada mainan anak-anak, maka dia wajib membereskan kembali semua mainan dan dikembalikan pada kotak mainannya kalau tidak, maka anak tidak boleh main lagi pada hari itu. Namun anak harus diajarkan dimana harus membuang sampah, dimana harus makan, dimana harus meletakkan mainan dan mengembalikannya.

Ketika Anak Yang Soleh Lupa Berdoa

Ibu dan anak BerdoaIngat maupun tidak, tapihadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.
Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.
Belajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.
Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.
Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.
Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.
Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya

Bila Ibu Terlalu Sayang

“Jadi begini bu, gigi geraham anak ibu sudah mulai tumbuh, nah proses gigi geraham sampai sempurna itu kira-kira setahun. Namun belum sampai setahun saat  pertumbuhan baru setengah, gigi geraham ini sudah bolong setengah,” ucap dokter gigi yang bertubuh besar namun lembut  menerangkan dengan perlahan-lahan kepada sang ibu. Dokter gigi itu pun nampak gemas dengan mengatakan kepada sang ibu; “ini pasti karena anaknya malas sikat gigi yah Bu, harusnya dikontrol anaknya Bu, paling kurang dua kali sehari menggosok giginya dan caramembersihkan giginya itu harus rapih dan teratur, kurangi makan yang manis-manis, minuman panas, minuman dingin karena dikhawatirkan akan membuat gigi menjadi rapuh.”
Sang ibu yang dikenal dengan Bunda Esti, yang siang terik itu membawa anaknya yang bernama Ihsan berobat ke dokter gigi, hanya bisa termangu dan kemudian mencubit kecil lengan anaknya. “Tuh kan, apa bunda bilang, kamu sih malas benar gosok gigi, maunya makan coklat melulu…” ucap Bu Esti kepada anaknya.
Ihsan kecil yang bertubuh gembul dan berwajah lucu hanya bisa meringis kesal. “Aduuuuuh… sudah sakitnya setengah mati, dokter malah cermah lagi, bunda juga malah marah-marah terus, gimana sih gak pengertian amat,” gerutu kecil Ihsan. Namun tak lama kemudian “astagfirullahaladzhim,astagfirullahaladzhim”  ucap Ihsan. Ihsan teringat kata ustadz Tarkim yaitu kalau ada yang sakit, banyak-banyak istighfar karena ketika kita sakit namun kita  ikhlas maka dosa-dosa akan dihapusakan. “Yaa Allah, cuma Engkau yang bisa menolong aku, dokter dengan bunda malah marah-marah saja,” doa Ihsan dalam hati.
“Oke, oke aku akan gosok gigi lima kali sehari bunda, pagi lalu sore lalu ketika selesai makan nasi dan ayam goreng, tapi cepet dong bunda sakittt nih…” keluh Ihsan sambil tangannya yang bulat memegang pipinya yang terlihat kemerahan karena membengkak. Dokter Riko tidak bisa melakukan perawatan apapun karena gusi yang berada dibelakang gigi Ihsan membengkak sehingga Ihsan harus pulang dulu dan mengempiskan bengkaknya dengan obat yang ditulis dokter Riko.
Dokter Riko menyalahkan bunda, bunda menyalahkan Ihsan lalu ketika ayah pulang, ayah menyalahkan bunda karena menurut ayah, bunda terlalu memanjakan Ihsan. Ayah juga mengatakan bahwa bunda juga tidak disiplin, bunda tidak tegaan, mentang-mentang Ihsan anak bungsu, dan kebetulan Ihsan berwajah bulat lucu, kalo Ihsan merengek minta makanan dan cemilan apa saja dan pada jam berapa saja, bunda selalu kabulkan. Seringkali Ihsan keasyikan nonton film kartun sampai jam 8 malam, sehingga ketika selesai makan malam, lalu film kartunnya selesai, Ihsan pun lalu mengantuk dan terlelap di sofa. Bunda dengan penuh kasih sayang menggendong Ihsan ke dalam kamar lalu menyelimutinya, mematikan lampu, lalu membisikkan doa mau tidur, terakhir mengecup kening Ihsan tanpa menyuruh Ihsan untuk menggosok gigi sebelum tidur.
Begitupun di pagi harinya, bunda tidak menyuruh Ihsan menggosok gigi dengan semua alasan Ihsan yang selalu ditoleransi bunda. Ihsan merasa kedinginan giginya kalau pagi-pagi menggosok gigi. Menurut ayah kenapa bunda tidak berpikir kalo memang itu alasan Ihsan tidak mau sikat gigi, mengapa bunda tidak menyuruh Ihsan untuk menggosok gigi dengan air hangat saja..? Menurut ayah bunda terlalu sayang pada Ihsan sehingga kasih sayang bunda membuat Ihsan kehilangan gigi graham disaat usianya masih kecil. Dan sakitnya menurut Ihsan luarbiasa dan” akh bunda… cintai aku dengan serius dong…”
Sesuatu yang berlebihan memang biasanya tidak baik. Begitu pula dengan kasih sayang yang berlebihan akan membuat anak tidak mandiri dan mungkin tidak disiplin seperti Ihsan. Semua itu Allah telah berikan kadarnya, begitu pula dengan kasih sayang. Allah mengajarkan kasih sayang dengan tanggung jawab dan juga kelembutan. Bunda Esti dapat mengajarkan Ihsan bertanggung jawab  terhadap kesukaannya memakan yang manis-manis dengan mengajarkannya untuk menggosok gigi setelahnya. Begitu pula dengan hal lainnya yang dapat diterapkan untuk memberikan kasih sayang pada buah hati kita.

Minggu, 03 November 2013

USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.8

Bagian 7 
Formulir PTK 

7.1 Tampilan dan Penjelasan Menu PTK
Formulir PTK sama halnya seperti formulir peserta didik berbentuk elektronik isian formulir. Namun ada
perbedaan saat kita membuka from/tombol ubah, dimana tidak semua data ditampilkan pada tabulasi awal
data PTK. Berikut tampilan dan penjelasan menu PTK:
Gambar… Tampilan Menu PTK 
 
Untuk melakukan penambahan dan perubahan data Anda dapat menggunakan toolbar yang telah disediakan di menu PTK. Berikut adalah tombol-tombol utama yang ada di Menu Peserta Didik dan fungsi masing-masing  tombolnya: 
Gambar… Toolbar di Menu PTK 
  • Tambah Untuk menambah grid pada pengisian PTK baru. 
  • Ubah Untuk membuka jendela rincian data PTK. 
  • Simpan Untuk menyimpan perubahan data PTK 
  • Hapus  Menghapus data PTK secara permanen. 
  • Penugasan  Pemberian status terdaftar atau keluar dari data PTK dengan tampilan sebagai berikut: 

Gambar… Penugasan PTK 
 
Penginputan sama halnya seperti pada form elektronik peserta didik tidak ada perbedaan dari tata cara 
pengisiannya yaitu melalui fasilitas penampung terlebih dahulu. Untuk data rincian PTK, berikut adalah 
deskripsi dari masing-masing tabulasi: 
 
Formulir PTK : 
Adalah laman awal terkait dengan formulir pengisian-pengisian pada data PTK untuk hal-hal umumnya. 
Anak : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan informasi anak dan statusnya yang dimiliki oleh seorang  PTK apabila dia sudah menikah. 
Beasiswa PTK : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan beasiswa yang pernah dan sedang didapatkan oleh  seorang PTK tersebut. 
Buku : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan apakah seorang PTK tersebut sudah pernah menerbitkan 
sebuah buku atau tidak. 
Diklat : 
Pada formulir ini menjelaskan tentang seorang PTK tersebut sudah pernah melakukan diklat atau 
belum.

Karya Tulis : 
Pada Formulir ini menjelaskan terkait dengan informasi apakah PTK tersebut sudah mempunyai karya 
tulis apapun, apakah itu menulis literatur ataupun hal-hal lainnya terkait dengan Pendidikan dan 
bagaimana dipublikasikannya. 

Kesejahteraan : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait jenis kesejahteraan apa yang diikuti oleh seorang PTK tersebut. 

Tunjangan : 
Pada formulir ini menjelaskan terkait dengan dana tunjangan apa saja yang sudah didapatkan dan 
sedang didapatkan oleh seorang PTK. 

Tugas Tambahan : 
Adalah laman isian untuk menambah tugas tambahan yang diampu oleh seorang PTK selain menjadi 
Guru. 

Inpassing : 
Bagi PTK yang sudah mempunyai SK Inpassing dapat mengisinya di laman ini. 

Penghargaan : 
Pada formulir ini menjelaskan mengenai penghargaan apa saja yang sudah didapatkan oleh seorang 
PTK tersebut. 

Nilai Test : 
Blablabla 

Riwayat Gaji Berkala :
Pada formulir isian ini menjelaskan tentang riwayat daftar-daftar seorang Guru PNS dan Guru non-PNS 
yang sudah berSK INPASSING tentang daftar-daftar dan riwayat Kenaikan Gaji Berkalanya. Formulir ini 
erat kaitannya dengan riwayat kepangkatan pada poin sebelumnya yang memang khusus diperuntukan 
untuk mereka Guru PNS dan Guru non-PNS yang sudah berSK INPASSING. 

Riwayat Jabatan Struktural : 
Blablabla 

Riwayat Kepangkatan : 
Laman untuk mengisi riwayat kepangkatan seorang PTK. 

Riwayat Pendidikan Formal : 
Pada formulir ini menjelaskan tentang daftar darimana dan asalnya mengenai riawayat pendidikan 
seorang PTK itu, baik itu dia ketika mengenyam pendidikan nya semenjak Sekolah Dasar hingga dirinya 
mendapatkan ijazah terakhir / gelarnya saat ini. 

Riwayat Sertifikasi : 
Bagi PTK yang sudah sertifikasi, pengisian data sertifikasi dapat dilakukan di laman ini. 

Riwayat Jabatan Fungsional : 
Blablabla 

7.3 Ubah Data 
Pengubahan data dapat dilakukan dengan memilih salah satu grid nama PTK hingga berwarna biru lalu silahkan 
klik [Ubah] pada toolbar menu atau untuk data yang ada pada tampilan awal PTK dapat juga dengan double klik 
sel yang akan diubah. 
 
Data rincian PTK terdapat di menu [Ubah] dengan tampilan sebagai berikut: 

7.4 Hapus Data 
Proses ini dapat menghapus data secara permanen ,mohon cek kembali grid yang akan di hapus pastikan grid 
yang telah berwarna biru yang dipilih setelah itu klik [Hapus] pada toolbar. 
 
7.5 Simpan Data 
Proses ini dilakukan apa bila pengisian telah atau belum selesai. Simpan data dilakukan untuk penyimpanan 
data terakhir yang telah diisikan pada grid maupun masing – masing kolom isian, dengan cara klik [Simpan] 
pada toolbar. 

DOWNLOAD:

USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.7


Bagian 6 
Tabel Formulir Peserta Didik 

6.1 Tampilan dan penjelasan menu Peserta Didik 
Adalah formulir isian elektronik peserta didik. Pada Formulir peserta didik ini anda dapat mengisi/melengkapi
data-data individual peserta didik. Berikut adalah menu tampilan awal Peserta Didik

 Gambar… Menu Peserta Didik
Pada Aplikasi Dapodik ini, peserta didik memiliki kolom status. Kolom status ini menunjukkan status terdaftar 
peserta didik di sekolah. Pada aplikasi versi sebelumnya, fasilitas ini terdapat di rombongan belajar namun 
pada aplikasi versi sekarang fasilitas ini langsung ada di menu Peserta Didik. Terdapat tiga macam status 
peserta didik, yaitu: 
  • Status dengan tandamenunjukkan siswa sudah berhasil diinputkan di menu peserta didik, namun statusnya belum terdaftar di sekolah. 
  • Status dengan tandamenunjukkan siswa sudah terdaftar di sekolah. 
  • Status dengan tandamenunjukkan siswa sudah keluar dari sekolah. 


Gambar… Toolbar di Menu Peserta Didik
  • Tambah Untuk menambah grid pada pengisian Peserta Didik baru. 
  • Ubah      Untuk membuka jendela rincian data Peserta Didik. 
  • Simpan  Untuk menyimpan perubahan data yang sudah di. 
  • Hapus Menghapus data peserta didik secara permanen. 
  • Status Registrasi  Menentukan status siswa di sekolah, dengan tampilan sebagai berikut:

6.2 Input Data 
Untuk menginput data peserta didik baru menggunakan menu [Tambah]. Dalam penginputan data Peserta 
Didik Terbaru dari Aplikasi Dapodik ini, terdapat prosedur yang baru dimana sebelum data peserta didik 
berhasil diinputkan data akan ditampung terlebih dahulu oleh fasilitas penampung data peserta didik dengan 
tampilan sebagai berikut: 

Gambar… Penampung Data Peserta Didik 
 
Penampung data peserta didik berfungsi untuk menampung data peserta didik yang baru diinputkan. Data 
tersebut tidak akan langsung terinput di database aplikasi melainkan melalui fasilitas penampung ini data akan 
dicek terlebih dahulu di server terlebih dahulu apakah data peserta didik sudah ada atau belum. Apabila sudah 
ada, maka data yang akan masuk di database adalah data yang diberikan dari server dengan rincian data yang 
lengkap sehingga operator tidak perlu menginputkan lagi data rincian peserta didik. Namun apabila setelah 
data dicek di server namun tidak ada data yang sesuai/sama, maka data yang diinputkan bisa langsung 
dimasukkan ke dalam tabel utama peserta didik di aplikasi dengan cara klik tombol [Pindahkan ke Tabel Utama] 
yang ada di pojok kanan atas. Fasilitas penampung ini meminimalisir adanya duplikasi data di SD dan SMP. 
Terutama bagi peserta didik pindahan dan SMP apabila sudah terdapat data di sekolah yang lain, maka di 
sekolah barunya hanya cukup menginputkan di penampung, selebihnya data akan dilengkapi oleh server. 
 
6.3 Ubah Data 
Proses pengubahan data dapat dilakukan dengan cara memilih data atau nama peserta didik hingga grid nama 
berubah menjadi biru lalu klik [Ubah] atau klik dua kali pada kolom yang akan diubah datanya pada tampilan 
awal menu peserta didik. Apabila dipilih menu [Ubah] maka akan muncul rincian data peserta didik dengan 
tampilan sebagai berikut:
Gambar… Ubah Data Peserta Didik 
 
Pada aplikasi ini, rincian data peserta didik berada dibawah formulir peserta didik. Pada aplikasi versi 
sebelumnya rincian peserta didik tersembunyi di menu rincian peserta didik. Rincian data peserta didik terdiri 
dari tabulasi Prestasi dan Beasiswa. Untuk isi dari tabulasi Prestasi dapat dilihat pada gambar diatas dan isi dari 
tabulasi Beasiswa terdapat pada gambar dibawah ini.
Gambar… Rincian Beasiswa Peserta Didik 
6.4 Hapus Data 
Proses ini adalah proses penghapusan data peserta didik secara permanen. Harap di cek secara teliti untuk 
penghapusan data dengan cara memilih grid/nama peserta didik secara benar bahwa peserta didik tersebut 
akan dihapus setelah memilih grid/nama peserta didik hingga berubah menjadi biru silahkan klik tombol 
[Hapus]. 
 
6.5 Simpan Data 
Proses penyimpanan data dilakukan setelah proses pengisian data selesai dengan cara klik [Simpan]. 

DOWNLOAD :

USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.6

Bagian 4 
Tahapan Input dan Kirim Data 

4.1 Input Data di Aplikasi 


 4.2 Monitoring dan Pengecekan Data 
Monitoring dan pengecekan dapat dilihat melalui web portal infopendataan yang beralamat 
http://118.98.233.149/ dapodik/dashboard. Pengecekan dapat dilakukan per provinsi, kabupaten/kota, atau sekolah itu sendiri. Di dalam portal ini provinsi dan kabupaten/kota dapat melakukan verifikasi dan validasi 
data, mengunduh kode registrasi, serta laporan data sekolah. 

4.3 Validasi dan Perbaikan Data 
Validasi dilakukan di tingkat sekolah dan kabupaten/kota. Data yang telah dientri oleh operator sekolah di 
aplikasi pendataan harus melakukan validasi sebelum melakukan sinkronisasi ke server pusat. Hal ini 
dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kesalahan data yang diinputkan masuk ke dalam server. Data yang 
telah disinkronisasi oleh operator sekolah ke server akan divalidasi kembali di tingkat server pusat untuk 
nantinya ditampilkan di portal monitoring dan pengecekan data. Data yang divalidasi oleh server adalah data 
yang nantinya akan dipakai sebagai bahan pemanfaatan data baik di pusat maupun di tingkat daerah. Jika ada kesalahan pada portal monitoring dan pengecekan data, perbaikannya dapat dilakukan di tingkat sekolah  maupun kabupaten/kota. 

Bagian 5 
Tabel Formulir Sekolah 

5.1 Tampilan dan Penjelasan Menu Sekolah



5.3 Input Data 
Identitas sekolah seperti: Nama, NSS, NPSN dan Bentuk Pendidikan di blokir untuk update hanya dipusat. 
Kemudian untuk kecamatannya, status sekolah diblokir sedangkan untuk request update datanya bisa 
dilakukan dipusat. 

5.2 Ubah Data 
Mengubah data bisa dilakukan dengan cara mengentri data pada kolom yang telah disediakan, memilih data 
yang telah ada 

5.3 Hapus Data 
Untuk menghapus data bisa dilakukan dengan langsung menghapus file yang salah dalam mengentrinya. 

5.5 Simpan Data 
Setelah selesai pengentrian datanya maka agar datanya bisa tersimpan ke dalam aplikasi maka kita harus 
mengklik tombol save. 

DOWNLOAD:


USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.5

Bagian 3 
Penjelasan Dasboard

3.1 Fungsi Masing-masing Panel 
Tab/Halaman Aplikasi
Menu untuk mengakses tabulasi-tabulasi utama seperti tab beranda, sekolah, peserta didik, PTK, prasarana, dan rombel.

Periode Pendataan
Menu untuk memilih periode semester dan tahun ajaran entri data yang akan dilakukan.

Portlet/Jendela Aplikasi
Menu awal untuk melihat identitas sekolah, informasi, persentase kerusakan prasarana, jumlah siswa  per tingkat, sinkronisasi, dan validasi.

Identitas Sekolah
Tampilan identitas sekolah ynag terletak di kiri atas tab beranda di aplikasi. Terdiri dari nama  sekolah, kab/kota, kecamatan, semester/ tahun ajaran, nama operator, dan nama kepala  sekolah.

Informasi 
Tampilan informasi untuk versi aplikasi dan versi database yang dipakai serta tautan menuju  web portal/manajemen pendataan.

Kerusakan Prasarana
Melihat persentase kerusakan prasarana (rusak ringan, sedang, berat).

Jumlah Siswa/ Tingkat
Melihat jumlah siswa per tingkat yang sudah dimasukkan kedalam rombel.

Validasi Data

Validasi dalam aplikasi dapodik ini bertujuan untuk mencegah data invalid masuk ke server

pada saat sinkronisasi online.
Update Log Sinkronisasi 
Untuk melihat kiriman data hasil sinkronisasi, tanggal dan jam sinkronisasi, berapa kiriman
datanya, serta berapa data yang sudah diterima oleh server.

3.2 Fungsi Chart / Tabel 

  • Kerusakan Prasarana Melihat persentase kerusakan prasarana (rusak ringan, sedang, berat). 
  • Jumlah Siswa/ Tingkat Melihat jumlah siswa per tingkat yang sudah dimasukkan kedalam rombel. 


3.3 Sinkronisasi 
Sinkronisasi online adalah proses dimana dilakukannya penyesuaian data antara data di server pusat dengan
data yang ada di Aplikasi Dapodik sekolah.

3.4 Validasi 
Validasi dalam aplikasi dapodik ini bertujuan untuk mencegah data invalid masuk ke server pada saat
sinkronisasi online. Validasi disini terdiri dari:

  • Validasi Kelengkapan Data 
  • Validasi Kebenaran Data 
  • Validasi Kewajaran Data 
  • Validasi Integritas Data 
  •  

3.5 Profil Sekolah dan Sarana Prasarana 
Menu untuk melihat identitas sekolah lengkap, data prasarana, dan sarana yang diambil dari data prefilled
(data kiriman sekolah per tanggal 1 Juli di aplikasi sebelumnya).

3.6 Profil Peserta Didik 
Menu untuk melihat, menambah, dan mengedit data peserta didik.

3.7 Profil PTK 
Menu untuk melihat, menambah, dan mengedit data PTK.

DOWNLOAD :

USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.4

Setelah pengaturan waktu selesai, Anda siap untuk menjalankan aplikasi.

2.3 Kode Registrasi/ Aktivasi 
Kode registrasi adalah “kunci” untuk memuat data sekolah. Kode registrasi akan dibagikan oleh KK-DATADIK 
masing-masing daerah. Pastikan Anda menggunakan kode registrasi sekolah Anda sendiri dan tidak 
membagi/memberitahu kode ini pada pihak yang tidak berkepentingan. Kode Registrasi digunakan pada saat  registrasi awal di aplikasi (aktivasi). 

2.4 Username & Password 
Username/email yang diisi pada saat registrasi harus aktif dan tidak fiktif karena email tersebut digunakan 
untuk konfirmasi, pmeberitahuan-pemberitahuan jika ada permasalahan, dll. Password yang diisi adalah 
password sesuai dengan yang diinginkan pengguna, digunakan pada saat pengguna akan login ke dalam 
Aplikasi.

2.5 Data Prefilled 
Data hasil kiriman ke server dari sekolah-sekolah per tanggal 1 Juli 2013, kemudian data tersebut akan di 
package ulang sehingga ketika login di aplikasi yang baru sekolah hanya tinggal mengentri data siswa baru, 
pemetaan rombel, dan melengkapi data yang belum terisi di aplikasi versi 13.01. 

2.6 Menjalankan Aplikasi 
 Aplikasi pendataan 2013 adalah aplikasi berbasis web, untuk itu diperlukan server untuk menjalankan aplikasi 
web ini dan web browser untuk mengoperasikan aplikasi. Pastikan komputer Anda telah terinstall dengan web 
browser terbaru, karena web browser versi lama tidak bisa mendukung/menjalankan aplikasi ini. Disarankan  untuk menggunakan Google Chrome atau Firefox. 
Gambar … Halaman awal aplikasi pendataan 
Pada saat pertama kali instalasi belum ada data sekolah yang tersimpan pada database lokal. Untuk itu perlu 
dilakukan proses registrasi sekolah dengan cara menekan tombol [Registrasi]. Jika data sekolah sudah ada,
bisa  masuk ke dalam aplikasi dengan mengisi email dan password setelah itu menekan tombol [Login]. 

Untuk proses registasi akan dimunculkan formulir dengan isian sebagai berikut: 
Nama Lengkap 
  • User name/email (pastikan email tersebut aktif dan tidak fiktif karena akan ada konfirmasi) 
  • Password 
  • Konfirmasi Password 
  • Nomor Handphone 
  • Nomor Telepon 
  • Yahoo Messenger 
  • Skype 
  • Kode registras
Gambar … Halaman registrasi 
Tunggu sampai proses registrasi selesai, setelah itu Anda bisa login ke dalam aplikasi sesuai dengan informasi  yang diisikan pada registrasi.  Isi login dan password, jika benar akan muncul konfirmasi login berhasil, klik tombol [OK].
Setelah proses login berhasil kemudian akan ditampilkan beranda aplikasi pendataan seperti gambar berikut 
Gambar … Beranda Aplikasi Pendataan Dikdas 

 Aplikasi pendataan terdiri dari beberapa halaman yaitu: 
- Beranda 
- Sekolah 
- Peserta Didik 
- PTK 
- Prasarana 
- Rombongan Belajar 
Untuk memeriksa data tekan tombol [validasi] 
Untuk mensinkronkan data dengan server database utama tekan tombol [Sinkronisasi].
Gambar … Halaman data sekolah 
Gambar … Halaman data sekolah 

Ada beberapa data yang tidak bisa diubah, seperti nama sekolah, NSS, dan NSPN. Untuk mengubah data ini 
perlu menghubungi helpdesk pendataan dikdas untuk diubah dari pusat. 
Petunjuk penggunaan aplikasi yang lebih rinci dapat dibaca pada manual penggunaan aplikasi. 

Menghentikan Aplikasi Pendataan 2013 
Setelah anda selesai menggunakan aplikasi pendataan 2013, klik tombol
pada bagian identitas  sekolah, kemudian tutup browser Anda. 

2.7 Uninstall Aplikasi 
PERINGATAN: Proses uninstall akan menghapus program pendataan dan databasenya. Pastikan Anda telah  melakukan sinkronisasi data. 
Sebelum uninstall pastikan aplikasi pendataan sudah dihentikan. 
Untuk uninstall aplikasi pendataan, klik Start -> Control Panel -> Uninstall a Program, lalu pilih Dapodikdas, 
dan pilih [Uninstall] hingga muncul jendela seperti pada gambar. 
Gambar … Deinstalasi Dapodikdas 
Tekan Tombol [Yes] untuk meneruskan uninstall atau [No] untuk membatalkan uninstall.
Gambar … Proses penghapusan berkas 
Tunggu sampai proses deinstalasi selesai hingga muncul jendela sebagai berikut. 
 
Gambar … Halaman Akhir Uninstall 
Proses uninstall selesai. 

DOWNLOAD

USER MANUAL APLIKASI DAPODIK 2013 Part.3

2.2 Setting Waktu Lokal / Komputer 
Seperti yang disampaikan pada saat instalasi, perlu dipastikan bahwa waktu dan timezone komputer Anda 
akurat. Hal ini penting untuk memastikan proses sinkronisasi data berjalan lancar. 
Untuk memastikannya lakukan langkah-langkah sebagai berikut. Buka menu [Start]->[Control Panel], kemudian  pilih pengaturan “Date and Time” seperti gambar di bawah ini.
Gambar … Menu Pengaturan Date and Time pada Control Panel 

Atau klik dua kali pada jam yang ada pada indikator jam komputer yang ada pada bagian kanan bawah layar
Gambar … Indikator jam komputer 
Pilih tab “Date & Time” dan atur tanggal dan jam sesuai dengan kondisi saat ini.
Gambar … Pengaturan Tanggal dan Jam 
Untuk zona waktu, pilih GMT +07.00 untuk WIB, GMT +08.00 untuk WITA, dan GMT +09.00 untuk WIT.
Gambar … Pengaturan zona waktu 
Agar waktu anda selalu akurat, centang pilihan “Automatically synchronize with an Internet time server”.
Gambar … Pengaturan sinkronsisasi waktu 

Adakalanya waktu komputer berubah karena berbagai kondisi, misalnya baterai BIOS lemah sehingga waktu 
komputer menjadi tidak sesuai. Untuk itu Anda dipastikan selalu memeriksa keakuratan waktu computer. 
Pengaturan waktu sangat penting, karena server pendataan lokal akan melakukan sinkronisasi data dengan 
server database pusat. 

DOWNLOAD: